Kamis, 22 Desember 2011

Mari Kita Tersenyum

Salah satu alasan sederhana mengapa banyak di antara kita yang jarang tersenyum adalah karena kebiasaan yang kita miliki untuk menahan perasaan yang sesungguhnya. Kita telah diajarkan bahwa tidak baik menunjukkan perasaan kepada dunia. Kita berusaha untuk tidak menunjukkan suasana hati kita atau memperlihatkan perasaan pada pancaran wajah kita. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak punya "senyuman yang baik" dan tidak pernah belajar tersenyum secara menarik.

Menurut pengalaman saya setiap orang dianugrahi senyuman yang baik dan ini merupakan sesuatu yang dimiliki setiap orang. Yang menjadi persoalan hanya cara mengeluarkannya. Ini hanya persoalan mengatasi rasa takut memperlihatkan perasaan kita yang sesungguhnya, melepaskan segala-galanya dan senyuman pun akan keluar dengan sendirinya. Sebab, jika Anda merasa bersahabat dan merasa senang dengan seluruh dunia, Anda pasti "memendam" sebuah senyuman.

Yang diperlukan hanyalah sedikit latihan dalam mengekspresikan perasaan Anda. Anda akan mendapatkan bahwa semakin banyak Anda berlatih, semakin pula hambatan Anda. Saya sudah pernah melihat orang-orang yang biasanya bermuka masam dan berwajah hampa mengembangkan senyuman yang menarik hanya dengan berlatih setiap hari untuk melepas segala-galanya. Jika Anda merasa bersahabat, "Lepaskan saja segala-galanya". Jangan merasa malu atau takut-takut untuk membiarkan wajah Anda mengatakan "Wah, senang sekali aku bertemu dengan mu!"

Rabu, 21 Desember 2011

Pemenang Sejati atau Pecundang Sejati

Salam Sejati....

Setelah menulis artikel yang berjudul Mengenali Diri, saya ingin bertanya, sudakah Anda membacanya? Kalau belum silahkan dibaca terlebih dahulu, tapi kalau sudah jangan lupa berkomentar,insya Allah saya akan menjawab sesuai kemampuan saya... karena blog ini di publikasikan sebagai wadah atau sarana untuk membantu memecahkan persoalan atau permasalahan yang sering terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Maka dari itu saya harapkan kepada pembaca sekalian untuk menyampaikan atau mengeluarkan uneg-uneg kalian sehingga nantinya semua persoalan dapat terpecahkan...


Oh ya... kembali ke topik kita, sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin mengajukan pertanyaan, Tahukah Anda apa bedanya Pemenang Sejati dengan Pecundang Sejati???
Sering di antara kita merasa minder atau mengeluh.... wah... Bagaimana saya bisa menjadi orang kaya, karena saya terlahir dari orang tua yang miskin?Bagaimana saya jadi orang yang pintar orang bapak-ibu saya tidak pernah sekolah? Bagaimana saya bisa membuka usaha, modal saja tidak punya? Selain itu seringkali kita mengenak-enakkan orang lain misalnya, oh iya ,,, enak orang itu, diakan bisa kaya karna bapaknya konglomerat.... Dia sih enak semua kebutuhannya bisa terpenuhi karena orang tuanya kaya raya... sedangkan saya apa? dan lain sebagainya dan banyak lagi keluhan-keluhan yang sering terdengar ditelinga kita yang membuat diri kita menjadi Pecundang Sejati.


Tahukah kalian bahwa sebenarnya kita sebagai manusia itu dilahirkan sebagai Pemenang Sejati. kok gitu? iya... coba kalian baca lagi tu buku biologi.... bahwa sebelum kita dilahirkan ke dunia, kita telah mengalami proses yang sangat panjang sekali.... dimana terjadi pertarungan berjuta-juta sel sperma yang masuk kedalam rahaim untuk bertemu sel telur, maka dari perjalan tersebut hanya ada satu yang berhasil membuahi sel telur tersebut, ya hanya ada 1, s-a-t-u sel sperma yang hidup untuk mebuahi sel telur tersebut sehingga terjadi lah zigot atau cabang bayi di dalam lahir, mulai dari terbentuknya segumpal darah, kemudian segumpal tulang, kemudian segumpal daging dan dalam waktu kurang lebih waktu 40 hari baru ditiupkan Ruh dari Sang Ilahi kemudian di dalam ruangan yang gelap dan sempit (baca:rahim) berproses selama 9 bulan 10 hari dengan proses yang panjang dan lelah kemudian baru lahirlah kita ke dunia.

Sekarang tanyakan pada diri kita masing-masing.... kita dilahirkan ke dunia ini sebagai Pemenang Sejati atau Pencundang Sejat????

Wasalam

Mengenali Diri

Salam....
sobat blogger dimana pun anda berada...

Ini pertama kalinya saya membuat blog sebagai suatu wadah untuk mencari jati diri.
Tema yang saya usung dalam hal ini yaitu Mengenali Diri Pribadi.

Bagaimana Cara Mengenali Diri Pribadi? bukan berarti kita tahu nama kita sendiri misalnya saya Budi, atau saya orang kaya, saya orang seorang perempuan atau laki-laki, saya haji atau haja, saya pejabat besar. BUKAN bukan seperti itu. mengenali diri pribadi jauh lebih rumit dari itu semua, yang disebutkan mengenai nama, kedudukan atau jabatan hanyalah label atau atribut yang melengkapi diri kita.

Mungkin di antara kita masih bingung bagaimana mengenali diri ini? padahal telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SWT, siapa yang mengenali dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya.

Timbul pertanyaan besar dibenak kita masing-masing. Bagaimana bisa mengenal Tuhan kalau dengan diri kita sendiri saja tidak kenal? Apakah kita makhluk yang tak bertuhan?

Jadi, mulai sekarang kita sama-sama renungkan siapa diri kita yang sebenarnya?

Wassalam...