Kamis, 22 Desember 2011

Mari Kita Tersenyum

Salah satu alasan sederhana mengapa banyak di antara kita yang jarang tersenyum adalah karena kebiasaan yang kita miliki untuk menahan perasaan yang sesungguhnya. Kita telah diajarkan bahwa tidak baik menunjukkan perasaan kepada dunia. Kita berusaha untuk tidak menunjukkan suasana hati kita atau memperlihatkan perasaan pada pancaran wajah kita. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak punya "senyuman yang baik" dan tidak pernah belajar tersenyum secara menarik.

Menurut pengalaman saya setiap orang dianugrahi senyuman yang baik dan ini merupakan sesuatu yang dimiliki setiap orang. Yang menjadi persoalan hanya cara mengeluarkannya. Ini hanya persoalan mengatasi rasa takut memperlihatkan perasaan kita yang sesungguhnya, melepaskan segala-galanya dan senyuman pun akan keluar dengan sendirinya. Sebab, jika Anda merasa bersahabat dan merasa senang dengan seluruh dunia, Anda pasti "memendam" sebuah senyuman.

Yang diperlukan hanyalah sedikit latihan dalam mengekspresikan perasaan Anda. Anda akan mendapatkan bahwa semakin banyak Anda berlatih, semakin pula hambatan Anda. Saya sudah pernah melihat orang-orang yang biasanya bermuka masam dan berwajah hampa mengembangkan senyuman yang menarik hanya dengan berlatih setiap hari untuk melepas segala-galanya. Jika Anda merasa bersahabat, "Lepaskan saja segala-galanya". Jangan merasa malu atau takut-takut untuk membiarkan wajah Anda mengatakan "Wah, senang sekali aku bertemu dengan mu!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar